Bangun Generasi Cinta Membaca, Mahasiswa PDP STEI Masyarakat Madani Pamekasan Ajak Orang Tua dan Guru Bersinergi

steimm.ac.id – Di era digital ini, minat baca anak menjadi tantangan serius. Menjawab isu tersebut, mahasiswa Pengabdian Dakwah Pesantren (PDP) Posko 1 STEI Masyarakat Madani Pamekasan mengadakan seminar edukatif bertajuk “Bersama Membangun Generasi Cinta Membaca: Sinergi Orang Tua dan Sekolah” pada Sabtu, 16 Agustus 2025. Acara yang digelar di SDN Tlontoraja 3 ini bertujuan untuk mengatasi rendahnya minat baca anak usia sekolah dasar, khususnya di kelas 1-3.

Berdasarkan temuan di lapangan, mahasiswa PDP melihat bahwa banyak siswa yang kesulitan membaca dan mengenal alfabet. Fakta ini mendorong kesadaran bahwa pendidikan yang efektif membutuhkan kolaborasi tiga pilar penting: sekolah, siswa, dan orang tua.

baca juga: STEI Masyarakat Madani Pamekasan Sulap Limbah Batok Kelapa Dempo Timur Jadi Briket, Siap Tembus Pasar Nasional

Dalam sesi seminar, pemateri Ibu Umayyatun, M.Pd.I., yang juga seorang Dosen STEI Masyarakat Madani Pamekasan, memaparkan analogi yang menarik. Ia mengibaratkan pendidikan sebagai pertandingan sepak bola. Siswa berperan sebagai striker yang mencetak gol, guru sebagai gelandang yang memberikan umpan matang, dan orang tua sebagai suporter yang memberikan dukungan tak kenal lelah.

Ibu Umayyatun juga menekankan filosofi pendidikan dari Sayyidina Ali bin Abi Thalib tentang tiga fase tumbuh kembang anak, yaitu masa raja (0-7 tahun), masa tawanan (7-14 tahun), dan masa sahabat (15-21 tahun). Pendekatan ini mengajak para peserta untuk menerapkan pendidikan yang fleksibel sesuai dengan perkembangan anak. Ia juga mengingatkan bahwa dalam Islam, menuntut ilmu merupakan jalan mulia yang akan mengangkat derajat seseorang di sisi Allah SWT.

Kepala Sekolah SDN Tlontoraja 3, Bapak Tajab S.Pd., S.D. berharap agar seminar ini dapat menjadi momentum bagi guru dan wali siswa untuk berdialog dan bersinergi dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak. Beliau menekankan pentingnya membudayakan membaca di sekolah dan keluarga, mengingat wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW adalah tentang membaca.

Tim Web dan Media STEI Masyarakat Madani Pamekasan

Harapan besar digantungkan pada seminar ini. Para mahasiswa yakin bahwa dengan dukungan aktif dari orang tua di rumah, proses belajar anak akan menjadi lebih efektif. Hal ini karena keterlibatan orang tua terbukti berkorelasi positif dengan peningkatan prestasi akademis, perilaku, dan kematangan emosional anak.

Kisah dari SDN Tlontoraja 3 ini adalah pengingat bahwa pendidikan yang berhasil tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga membangun kolaborasi hati yang melahirkan generasi cerdas, berkarakter, dan mencintai ilmu.

Sebagai penutup, acara ini juga menjadi momen peresmian produk hasil Mahasiswa PDP berupa Stik Singkong Rasa. Melimpahnya hasil alam berupa singkong ternyata tidak diimbangi dengan pengolahan yang optimal. Melihat kondisi ini, mahasiswa PDP STEI Masyarakat Madani Pamekasan mengambil inisiatif untuk meningkatkan nilai ekonomi singkong melalui diversifikasi produk.

baca juga: Empat Dosen STEI Masyarakat Madani Ikuti Program PKDP di UINSA: Wujud Komitmen Peningkatan Kualitas dan Kesejahteraan Dosen

Melalui pendampingan dan pelatihan, mahasiswa memperkenalkan cara mengolah singkong menjadi “stik singkong rasa” yang renyah dan memiliki nilai jual lebih tinggi. Alih-alih hanya dijual mentah, kini singkong dapat diubah menjadi produk camilan inovatif yang disukai banyak kalangan.

“Singkong di sini sangat melimpah, tapi masyarakat hanya menjualnya dalam bentuk mentah atau diolah seadanya bahkan untuk makanan hewan ternak. Kami melihat peluang untuk memberikan nilai tambah agar pendapatan mereka meningkat,” ujar Dianatus Sholihah Koordinator Desa Posko 1 PDP. “Stik singkong rasa ini kami pilih karena proses pembuatannya relatif mudah, bahan baku melimpah, dan pasarnya sangat luas.” imbuhnya

Program ini tidak hanya berfokus pada pelatihan teknis, tetapi juga edukasi tentang pentingnya pengemasan, pemasaran, dan manajemen keuangan sederhana. Diharapkan, ilmu yang diberikan dapat menjadi bekal bagi masyarakat untuk mengelola usaha secara mandiri. Inisiatif mahasiswa PDP ini menjadi bukti nyata bahwa potensi lokal dapat dioptimalkan jika diimbangi dengan kreativitas dan pengetahuan yang tepat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *