steimm.ac.id – Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Masyarakat Madani Pamekasan kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Dosen yang berkolaborasi dengan Pengabdian Dakwah Pesantren (PDP) mahasiswa. Bertempat di Balai Desa Dempo Timur, Kecamatan Pasean, kegiatan kali ini menyoroti potensi lokal yang begitu besar, mengingat Desa Dempo Timur dikenal luas sebagai sentra penanaman kelapa di Pamekasan.
Dengan tema “Wirausaha Berbasis Potensi Lokal: Mengoptimalkan Limbah Batok Kelapa menjadi Peluang Bisnis Briket Arang yang Menguntungkan,” acara ini secara spesifik bertujuan untuk mengubah limpahan batok kelapa menjadi produk bernilai jual tinggi.
baca juga: Dari STEI Masyarakat Madani untuk Masyarakat, 41 Mahasiswa Melakukan Pengabdian di Pelosok Pamekasan
Acara yang berlangsung hari ini, Rabu (13/08), ini dihadiri secara langsung oleh Kepala Desa Dempo Timur Bapak Ramli dan Ibu Kades Ibu Khairiyah, beserta perangkat desa dengan antusiasme tinggi dari para Ibu PKK.
Menurut Ketua Pelaksana Kegiatan (Noer Aini), pelatihan ini merupakan langkah strategis untuk mewujudkan visi besar desa. “Desa Dempo Timur memiliki limpahan batok kelapa yang luar biasa. Jika selama ini hanya menjadi limbah, kini kami ingin melihatnya sebagai aset. Melalui pelatihan ini, kami berambisi besar untuk menjadikan Dempo Timur tidak hanya sebagai pusat kelapa, tetapi juga pusat produksi briket arang Madura, bahkan berpotensi menembus pasar regional hingga nasional,” ujarnya penuh semangat.
Tim Web dan Media STEI Masyarakat Madani Pamekasan
Kegiatan diawali dengan sesi teori yang mendalam. Materi “Membangun Jiwa Wirausaha Briket” disampaikan oleh Ibu Sami Lestari, S.E., M.E., Beliau Dosen Akuntansi Syariah STEI Masyarakat Madani Pamekasan. Dalam sesi ini, peserta diajak untuk mengubah pola pikir menjadi seorang pengusaha, berani melihat potensi bisnis dari hal-hal sederhana, dan membangun mental pantang menyerah.
Selanjutnya, materi tentang “Edukasi Strategi Pemasaran Briket Arang” dibawakan oleh Umayyatun, M.Pd.I., Dosen Ekonomi Syariah STEI Masyarakat Madani Pamekasan. Beliau menjelaskan langkah-langkah praktis dalam menentukan target pasar, menghitung biaya produksi, hingga strategi promosi yang efektif dan hemat biaya, baik untuk pasar lokal maupun ekspor.
Puncak acara yang paling dinanti adalah sesi praktik langsung yang dipandu oleh mahasiswa. Peserta secara bergantian dibimbing untuk memproduksi briket arang dari awal hingga akhir, mulai dari proses pengarangan batok kelapa, penghancuran, pencampuran perekat, hingga proses pencetakan briket yang berkualitas.
baca juga: STEI Masyarakat Madani Pamekasan Jaring Calon Mahasiswa Berintegritas di Seleksi Gelombang II
Kepala Desa Dempo Timur, Bapak Ramli, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam. “Kami sangat bersyukur atas inisiatif dari STEI Masyarakat Madani Pamekasan. Kami berharap ilmu dan keterampilan yang didapat hari ini bisa menjadi modal awal bagi warga kami, khususnya Ibu-ibu PKK, untuk memulai usaha dan secara bertahap menjadikan Desa Dempo Timur sebagai pusat briket arang nasional,” tutur beliau dengan optimis.
Salah satu peserta, Ibu Khairiyah (Ibu Kepala Desa) mewakili ibu-ibu PKK, mengungkapkan rasa senangnya. “Kami jadi tahu kalau batok kelapa yang biasanya dibuang ternyata bisa diolah jadi briket arang yang punya nilai jual tinggi. Ini sangat bermanfaat untuk menambah penghasilan keluarga,” tuturnya.
Kegiatan ini tidak hanya sukses dalam memberikan ilmu, tetapi juga berhasil menanamkan semangat kewirausahaan di kalangan masyarakat desa. Diharapkan, pelatihan ini akan menjadi langkah awal bagi terbentuknya sentra produksi briket arang yang dapat menggerakkan roda ekonomi lokal dan mengukuhkan posisi Desa Dempo Timur sebagai pusat briket yang diperhitungkan di kancah regional dan nasional.


