steimm.ac.id – 41 Mahasiswa Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Masyarakat Madani Pamekasan diberangkatkan untuk melaksanakan kegiatan Pengabdian Dakwah Pesantren (PDP) atau Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada Ahad, 20 Juli 2025. Kegiatan ini merupakan wujud nyata implementasi Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Para mahasiswa akan ditempatkan di berbagai lokasi pesantren dan desa di wilayah Pamekasan.
Dalam periode pengabdian ini, mahasiswa akan menjalankan program dengan mengusung tema besar: “Penguatan Ekonomi Digital dan Pemberdayaan Komunitas Berbasis Potensi Lokal Menuju Masyarakat Madani.” Tema ini dipilih sebagai respons terhadap tantangan dan peluang ekonomi yang terus berkembang, terutama dengan pesatnya digitalisasi.
Ketua STEI Masyarakat Madani Pamekasan, Mohammad Romli, S.E.I., M.M., dalam sambutannya saat upacara pemberangkatan, berpesan agar para mahasiswa dapat menjadi agen perubahan yang positif. “PDP ini adalah kesempatan emas bagi kalian untuk mengaplikasikan ilmu ekonomi Islam yang telah dipelajari di kampus. Jadikan setiap momen sebagai pembelajaran, berinteraksi dengan masyarakat, dan bawa perubahan yang bermanfaat” pesannya.
Program PDP ini memiliki beberapa sub-tema yang bervariasi sesuai dengan potensi dan kebutuhan masing-masing lokasi, di antaranya:
- Pengembangan UMKM Syariah: Mahasiswa akan mendampingi pelaku usaha kecil menengah untuk menerapkan prinsip-prinsip syariah dalam bisnis mereka.
- Edukasi Keuangan Syariah: Memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya literasi keuangan syariah.
- Optimalisasi Potensi Wakaf/Zakat Produktif: Mengajak masyarakat untuk mengelola wakaf dan zakat secara produktif demi kesejahteraan umat.
- Peningkatan Literasi Digital dan Pemasaran Online Produk Lokal: Melatih masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital untuk memasarkan produk lokal secara lebih luas.
- Pemberdayaan Masyarakat Melalui Koperasi Syariah: Mendampingi pembentukan atau penguatan koperasi berbasis syariah di komunitas setempat.
Selama kurang lebih satu bulan ke depan, para mahasiswa akan berkolaborasi dengan tokoh masyarakat, pengurus pesantren, dan pemerintah setempat untuk menjalankan program-program tersebut. Diharapkan, kegiatan PDP ini tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga membentuk karakter mahasiswa menjadi insan yang peduli, kompeten, dan berakhlak mulia.
Tim Web dan Media STEI Masyarakat Madani Pamekasan
Ke-41 peserta PDP ini dibagi menjadi enam posko atau kelompok, yang masing-masing dibimbing oleh dosen pendamping. Lokasi dan pembimbingnya adalah sebagai berikut:
- Desa Tlonto Raja: Dibimbing oleh Ibu Sami Ayu Lestari, M.E.
- Desa Dempoh Timur: Dibimbing oleh Ibu Umayyatun, M.Pd.I.
- Desa Bujur Barat: Dibimbing oleh Ibu Ismiatul Khairiyah, M.E.
- Desa Bujur Timur: Dibimbing oleh Ibu Iftiatun Dian Humairoh, M.H.
- Yayasan Mardhotillah Sanah Laok: Dibimbing oleh Bapak Moh. Syaiful, M.M.
- Lembaga Nurul Jihad Sanah Laok: Dibimbing oleh Bapak Abd. Hamid, M.Sos.
Nurul Yaqin M.Pd. selaku Ketua Panitia PDP STEI Masyarakat Madani, menyampaikan optimisme dan harapannya yang besar terhadap program ini. “Ini bukan sekadar formalitas akademik, tapi wujud nyata komitmen kami dalam Tridarma Perguruan Tinggi. Kami ingin mahasiswa tidak hanya cerdas di kelas, tapi juga peka terhadap kebutuhan masyarakat. Semoga kehadiran mereka bisa menjadi katalisator perubahan positif dan membawa manfaat berkelanjutan.” tegasnya penuh harap.
baca juga: Menikmati Program PDP, Mahasiswa STEI Masyarakat Madani Meminta Perpanjangan Waktu
Senada dengan itu, Khusnul Kamal, salah satu peserta PDP dari program studi Ekonomi Syariah tak bisa menyembunyikan antusiasmenya. “Ini adalah kesempatan langka untuk mengaplikasikan teori di lapangan, berinteraksi langsung dengan masyarakat, dan belajar banyak dari pengalaman nyata. Kami siap memberikan yang terbaik untuk Pamekasan.” ungkapnya bersemangat.
Program PDP ini diharapkan menjadi jembatan kokoh antara dunia kampus dan realitas masyarakat. Sinergi ini akan menjadi fondasi penting dalam upaya bersama meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mendorong pembangunan di berbagai pelosok Pamekasan.


