Momentum Tahun Baru Islam sebagai Langkah Awal menjadi Lebih Baik

steimm.ac.id – Tahun baru Hijriah, atau yang dikenal juga sebagai Awal Muharram, merupakan peringatan penting dalam kalender Islam yang dimulai dari hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah pada tahun 622 Masehi. Peristiwa hijrah ini memiliki dampak yang sangat besar bagi perkembangan Islam sebagai agama dan peradaban.

Di tengah semarak peringatan tahun baru Hijriah, umat Muslim di seluruh dunia memperingati momen bersejarah ini dengan berbagai kegiatan keagamaan dan sosial. Di Indonesia, salah satu acara yang menjadi sorotan adalah pemberian santunan kepada anak yatim yang diselenggarakan oleh berbagai lembaga amal dan organisasi masyarakat.

baca juga: Melalui Pembekalan, Mahasiswa STEI Masyarakat Madani Pamekasan diharapkan siap mengikuti PDP

Pada tahun ini tepatnya 17 Juli 2024, Himpunan Mahasiswa Program Studi (HIMAPRODI) Akuntansi Syariah STEI Masyarakat Madani Pamekasan juga turut memperingatinya. Acara ini diselenggarakan di Aula lantai 3 STEI Masyarakat Madani Pamekasan. Tidak hanya diisi dengan tausiyah keagamaan, tetapi juga dengan santunan anak yatim. Santuan kepada anak yatim sendiri dilakukan dengan cara mendatangi langsung kediaman mereka dan memberikan santunannya yang diwakili oleh perwakilan panitia.

Tim Web dan Media STEI Masyarakat Madani Pamekasan

Bapak Lukmanul Hakim, S.E.I., M.E. memberikan tausiyah tentang sejarah awal penetapan tahun baru hijriah yang disandarkan pada peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah. Beliau juga menyampaikan bahwa hijrah yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW bukan sekadar perpindahan geografis, tetapi merupakan awal terbentuknya negara Islam pertama yang berbasis pada ajaran Islam.

Selain itu pada momentum peringatan tahun baru hijriah Beliau juga mengajak kita untuk merefleksikan nilai-nilai hijrah yang dilakukan Nabi Muhammad SAW diantaranya keberanian, keimanan, keteguhan dan kesatuan umat Islam. Diakhirnya tausiyah Beliau membuka sesi tanya jawab, sharing atau komunikasi dua arah karena Beliau sebelumnya juga menyampaikan keberatannya dengan format tausiyah dan lebih tertarik konsep dialog.

baca juga: Upaya Nyata Menuju Unggul, STEI Masyarakat Madani Pamekasan Kembali Ikuti Penguatan Pengelola Pangkalan Data

Ketua HIMAPRODI Akuntansi Syariah STEI Masyarakat Madani Pamekasan, Moh. Ifanurrohim mengungkapkan bahwa “kegiatan santunan anak yatim ini merupakan wujud nyata dari ajaran Islam yang mengajarkan untuk peduli terhadap kaum dhuafa dan anak yatim. Peringatan tahun baru Hijriah bukan hanya tentang merayakan pergantian tahun kalender Islam, tetapi juga untuk mengingatkan kita semua akan nilai-nilai kebaikan dan kasih sayang.” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *