Mahasiswa STEI Masyarakat Madani Pamekasan Berhasil Digitalisasi UMKM di Desa Bujur Barat

steimm.ac.id – Sebuah inisiatif pengabdian masyarakat yang digagas oleh mahasiswa Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Masyarakat Madani Pamekasan sukses membantu para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Bujur Barat, Kecamatan Batumarmar, Kabupaten Pamekasan. Melalui program bertajuk “Digitalisasi UMKM Berbasis NIB dan Google Maps”, para mahasiswa berhasil meningkatkan daya saing dan visibilitas usaha mikro di desa tersebut.

Program yang dilaksanakan oleh mahasiswa Pengabdian Dakwah Pesantren (PDP) Posko 03 ini berfokus pada dua masalah utama yang dihadapi UMKM di Desa Bujur Barat: minimnya legalitas usaha dan keterbatasan visibilitas di ranah digital.

baca juga: Merawat Masa Depan Bangsa: Mahasiswa STEI Masyarakat Madani Pamekasan Beri Suntikan Motivasi untuk Generasi Muda Pamekasan

Sebelum program ini dimulai, banyak UMKM di desa tersebut beroperasi tanpa Nomor Induk Berusaha (NIB), yang merupakan identitas resmi bagi pelaku usaha. Kondisi ini membuat mereka sulit mengakses berbagai fasilitas dan dukungan dari pemerintah, termasuk permodalan. Selain itu, ketergantungan pada metode pemasaran tradisional membuat jangkauan pasar mereka sangat terbatas.

Melalui program pendampingan, para mahasiswa yang terdiri dari Moh Ifanur Rohim, Nurul Hidayah, Andini Aulia Wahda, Hosnol Hasan, Nurul Fitriatus Salamah, dan Firnas Su’ada, memberikan edukasi serta bantuan teknis dalam pengurusan NIB melalui sistem Online Single Submission (OSS). Hasilnya, sejumlah UMKM kini telah memiliki NIB, membuka pintu bagi mereka untuk mendapatkan akses ke program-program bantuan pemerintah dan meningkatkan kredibilitas di mata konsumen dan calon mitra bisnis.

Tim Web dan Media STEI Masyarakat Madani Pamekasan

Kegiatan ini berlangsung dalam dua tahap. Pada 7 Agustus 2025, mahasiswa melakukan sosialisasi program kepada para pelaku usaha. Selanjutnya , pada 9 Agustus 2025, mereka membantu para pelaku usaha yang berminat untuk mendaftarkan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan mendaftarkan lokasi usaha mereka di Google Maps.

Salah satu pelaku usaha menyambut baik program ini. “Semoga dengan adanya NIB, usaha saya lebih terjamin legalitasnya. Terlebih lagi, dengan adanya di Google Maps, semoga pembeli dari luar daerah bisa dengan mudah menemukan lapak saya,” ujar Zainuddin pemilik kios pulsa “iffa cell”.

Tujuan kami adalah menciptakan ekosistem usaha yang lebih modern dan terintegrasi. Digitalisasi ini bukan hanya tentang pendaftaran, tetapi juga tentang memberikan pemahaman bahwa teknologi adalah alat yang kuat untuk meningkatkan daya saing,” jelas Ifanurrohim disela melakukan sosialisasi kepada pelaku usaha.

baca juga: Lawan Bullying, Mahasiswa STEI Masyarakat Madani Guncang Pesantren Nurul Jihad

Tidak hanya fokus pada legalitas, program ini juga membantu UMKM memanfaatkan teknologi digital. Mahasiswa memberikan pelatihan tentang cara mendaftarkan dan mengoptimalkan profil bisnis di Google Maps dan Google My Business. Dengan terdaftarnya lokasi usaha di platform digital ini, UMKM di Desa Bujur Barat kini lebih mudah ditemukan oleh calon pelanggan. Visibilitas online mereka meningkat drastis, sehingga tidak lagi hanya mengandalkan pemasaran dari mulut ke mulut.

Menurut Dosen Pembimbing Lapangan, Ismiatul Khairiyah, M.E., “Program ini adalah langkah strategis yang sangat efektif. Kombinasi legalitas melalui NIB dan visibilitas digital melalui Google Maps memberikan fondasi yang kuat bagi UMKM untuk berkembang di era ekonomi modern.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *