steimm.ac.id – Sorak sorai dan antusiasme membahana di Pondok Pesantren Nurul Jihad saat mahasiswa Pengabdian Dakwah Pesantren (PDP) Posko 06 STEI Masyarakat Madani Pamekasan dari Sumber Bungur Pakong sukses menggelar seminar “Stop Bullying: Cerdas dalam Pergaulan, Bebas dari Bullying”! Acara ini bukan sekadar seminar biasa, tapi sebuah ledakan kesadaran yang menggugah semangat para santri untuk melawan bullying!
Dengan gaya yang enerjik dan bahasa yang mudah dipahami, Mohammad Zawji Dwi Putra, S.Akun., membuka mata peserta tentang luka psikologis dan sosial yang diakibatkan oleh bullying. Tak kalah memukau, Abd. Hamid, S.H.I., M.Sos., sang DPL yang juga pakar hukum, mengupas tuntas hak-hak korban bullying dan konsekuensi bagi pelaku.
Kiai Zainudin, S.Pd.I., M.Pd.I., pengasuh Ponpes Nurul Jihad yang kharismatik, tak henti-hentinya memberikan dukungan dan apresiasi. Beliau menegaskan bahwa tema ini sangat relevan dengan kehidupan pesantren, di mana keakraban bisa berujung pada tindakan bullying jika tidak ada kesadaran.
Tim Web dan Media STEI Masyarakat Madani Pamekasan
Seminar ini dihadiri oleh ratusan peserta dari berbagai kalangan: santri yang bersemangat, pengurus pesantren yang peduli, siswa MTs dan MA Nurul Jihad yang kritis, serta guru-guru yang inspiratif. Mereka bukan hanya duduk diam mendengarkan, tapi juga aktif bertanya, berdiskusi, dan berbagi pengalaman!
“Saya jadi lebih berani untuk melawan bullying!” seru salah seorang santri dengan mata berbinar. “Seminar ini benar-benar membuka pikiran saya!” timpal siswa MA Nurul Jihad dengan semangat membara.
Acara ini bukan hanya tentang seminar, tapi tentang perubahan! Mahasiswa STEI Masyarakat Madani Pamekasan telah membuktikan bahwa mereka bukan hanya cerdas dalam teori, tapi juga peduli terhadap masalah sosial. Dengan seminar ini, mereka telah menanamkan benih keberanian dan kesadaran di hati para santri Ponpes Nurul Jihad.


