STEI Masyarakat Madani Hadiri Coaching dan Pendampingan PTKI Se-Madura: Usulkan Perluasan Kemitraan Beasiswa untuk Prodi Ekonomi Syariah dan Akuntansi Syariah

steimm.ac.id – Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Masyarakat Madani Pamekasan turut berpartisipasi dalam kegiatan Coaching dan Pendampingan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) dan Ma’had Aly se-Madura yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Pesantren Diniyah (LPPD) Provinsi Jawa Timur. Acara tersebut dilaksanakan di Pondok Pesantren Al-Hamidy, Banyuanyar, Pamekasan, pada Jumat (23/5/2025).

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua STEI Masyarakat Madani, Mohammad Romli, S.E.I., M.M., dan Wakil Ketua I Bidang Akademik dan SDM, Muhamad Habibi Kudsi Asari, M.M.. Dalam forum yang diikuti oleh 33 PTKI, 4 Ma’had Aly, dan 4 pesantren dari empat kabupaten di Madura ini, STEI Masyarakat Madani menyampaikan aspirasi penting terkait pengembangan keilmuan dan akses beasiswa.

baca juga: STEI Masyarakat Madani Pamekasan Gelar Seminar Nasional Gaungkan Kiprah Nyata Mahasiswa untuk Perubahan

Dalam forum tersebut, Ketua STEI Masyarakat Madani Pamekasan, Mohammad Romli, secara langsung mengusulkan kepada Ketua LPPD Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur agar program beasiswa LPPD tidak hanya terbatas pada bidang Pendidikan Islam (Tarbiyah), tetapi juga diperluas hingga mencakup bidang keilmuan lainnya termasuk program studi Ekonomi Syariah dan Akuntansi Syariah yang memang telah ada STEI Masyarakat Madani Pamekasan. Ia menegaskan bahwa bidang ekonomi berbasis syariah merupakan kebutuhan mendesak seiring perkembangan sektor keuangan Islam dan transformasi ekonomi pesantren di Madura.

Selain itu, Romli juga mengusulkan agar Pemprov Jawa Timur mempermudah dan memperbanyak akses beasiswa untuk jenjang S3, sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas SDM dosen di kampus-kampus PTKI, khususnya di lingkungan Madura.

Tim Web dan Media STEI Masyarakat Madani Pamekasan

Kegiatan pendampingan ini dibuka langsung oleh Ketua LPPD Jawa Timur, Prof. Dr. KH. Abd. Halim Soebahar, M.A., yang menyatakan bahwa acara ini merupakan inisiatif perdana LPPD di Madura guna menjawab rendahnya partisipasi PTKI dan Ma’had Aly dalam mengakses program beasiswa Pemprov Jatim. Dari 33 PTKI di Madura, hanya lima yang berhasil memperoleh beasiswa, sementara dari lima Ma’had Aly hanya dua yang mendapatkan manfaat.

Senada dengan itu, Gubernur Jawa Timur, Dr. (H.C.) Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si., yang turut hadir dan memberikan arahan dalam kegiatan tersebut, menyoroti minimnya penerima beasiswa di Madura. Padahal, Pemprov telah menyalurkan lebih dari 6.000 beasiswa, baik untuk studi dalam maupun luar negeri. Salah satu hambatan utama yang diidentifikasi adalah masalah akreditasi kampus.

“Di Madura penerimanya sangat sedikit. Salah satu penyebabnya adalah kendala akreditasi. Kami siap memfasilitasi agar lebih banyak lembaga di Madura yang bisa mengakses program Pemprov,” ujar Khofifah.

baca juga: Dosen STEI Masyarakat Madani Pamekasan Kembangkan Diri di Pascasarjana UIN Walisongo

Dalam upaya mengatasi permasalahan akreditasi tersebut, Pemprov Jatim melalui LPPD juga telah menyiapkan strategi teknis, antara lain pembentukan grup komunikasi khusus dan email layanan konsultasi bagi kampus dan pesantren di Madura. LPPD Jawa Timur bahkan menawarkan pertemuan lanjutan di Surabaya untuk membedah secara langsung permasalahan akreditasi dan memberikan solusi yang konkret.

Sementara itu, Sekretaris Kopertais Wilayah IV Surabaya, Dr. KH. Hasan Ubaidillah, M.Si., menekankan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberikan perhatian serius bagi peningkatan mutu PTKI dan Ma’had Aly di Madura agar lebih mudah mengakses program-program strategis Pemprov.

Kehadiran STEI Masyarakat Madani dalam forum penting ini menjadi salah satu upaya konkret untuk memperkuat sinergi antar-lembaga pendidikan Islam di Madura serta memperjuangkan keadilan akses pendidikan tinggi berbasis pesantren bagi seluruh bidang keilmuan yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *