steimm.ac.id – Kabar membanggakan kembali menyelimuti sivitas akademika Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Masyarakat Madani Pamekasan. Tiga dosen tetap dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar sebagai Dosen Profesional melalui program Sertifikasi Dosen (Serdos) Tahun 2025.
Ketiga dosen yang berhasil meraih sertifikasi tersebut adalah:
- Muhamad Habibi Kudsi Asari, S.Pd., M.M.
- Moh. Syaiful, S.E.I., M.M.
- Sami Ayu Lestari, S.E., M.E.
Sertifikasi dosen merupakan bentuk pengakuan negara terhadap dosen sebagai profesional pada jenjang pendidikan tinggi. Proses sertifikasi dosen tahun ini dikenal cukup kompetitif. Para dosen harus melewati tahap sinkronisasi data pada sistem PDDikti dan SISTER, pemenuhan Beban Kerja Dosen (BKD) selama dua tahun berturut-turut, hingga penyusunan deskripsi diri yang merepresentasikan kontribusi nyata mereka dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi.
baca juga: STEI Masyarakat Madani Pamekasan Hadirkan 3 Dosen dalam PKDP 2023
Koordinator Kopertais Wilayah IV Surabaya dalam berbagai kesempatan menekankan bahwa Serdos adalah instrumen krusial untuk memastikan bahwa dosen di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) memiliki standar yang setara dengan dosen di PTN.
Ketua STEI Masyarakat Madani Pamekasan, Mohammad Romli, S.E.I., M.M., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas pencapaian ini. Beliau menyatakan bahwa keberhasilan ini merupakan bukti komitmen kampus dalam meningkatkan kualitas tenaga pendidik.
“Kami sangat bangga dan bersyukur atas kelulusan Bapak Habibi, Bapak Syaiful, dan Ibu Sami. Sertifikasi ini bukan sekadar gelar, melainkan amanah untuk terus meningkatkan mutu pembelajaran bagi mahasiswa. Hal ini juga memperkuat posisi STEI Masyarakat Madani sebagai institusi yang kredibel di bawah naungan Kopertais IV Surabaya,” ujar beliau.
Tim Web dan Media STEI Masyarakat Madani Pamekasan
Selain itu, Beliau juga menyampaikan “Kelulusan mereka bukti bahwa dosen-dosen kita mampu bersaing di level nasional. Sertifikasi ini adalah jaminan mutu bagi orang tua wali dan mahasiswa, bahwa proses belajar-mengajar di STEI Masyarakat Madani diampu oleh pakar yang kompetensinya telah diakui oleh Kementerian Agama RI dan Kemendikbudristek,” tegas Mohammad Romli.
Dengan bertambahnya jumlah dosen bersertifikat pendidik, STEI Masyarakat Madani Pamekasan semakin optimis dalam menyongsong proses akreditasi dan peningkatan peringkat kampus di masa depan. Kelulusan ini diharapkan dapat memotivasi dosen-dosen lainnya untuk segera menyusul dalam meraih sertifikasi profesional.
Sami Ayu Lestari, S.E., M.E., salah satu dosen yang lulus, mengungkapkan rasa syukurnya. “Proses ini menuntut konsistensi dalam penelitian dan pengabdian masyarakat. Terima kasih atas dukungan penuh dari institusi dan rekan sejawat selama proses sertifikasi berlangsung,” ungkapnya.
Muhamad Habibi Kudsi Asari, S.Pd., M.M., sebagai dosen yang juga lulus menyatakan bahwa gelar “Dosen Profesional” ini menjadi cambuk untuk bekerja lebih keras. “Sertifikasi ini bukan akhir, melainkan awal tanggung jawab baru untuk lebih produktif dalam menulis jurnal ilmiah dan melakukan pengabdian masyarakat yang memberikan solusi bagi ekonomi umat,” pungkasnya.
Keberhasilan ini tidak hanya berdampak pada personal dosen, tetapi juga memberikan poin signifikan bagi akreditasi institusi dan program studi. Dengan meningkatnya jumlah dosen tersertifikasi, rasio dosen profesional terhadap mahasiswa menjadi lebih ideal, yang secara langsung akan berdampak pada kualitas bimbingan akademik dan mutu riset mahasiswa.


